Sebuah Bebek Karet raksasa buatan seniman konseptual asal Belanda, Florentijin Hofman yang disebut "Menebar Suka Cita ke Seantero Dunia" tampak bergerak di pelabuhan Victoria Harbour Hong Kong, Kamis (2/5/2013). Bebek karet berisi udara itu setinggi 16,5 meter itu berada di Hong Kong mulai 2 Mei 2013 hingga 9 Juni 2013. Sejak tahun 2007, si Bebek Karet telah bepergian ke 12 kota di 10 negara.
Sebuah bebek raksasa setinggi 16,5 meter berwarna kuning menyala terlihat menonjol di antara kapal-kapal di perairan Hong Kong, Kamis (2/5/2013). Bebek raksasa ini diciptakan oleh seniman konseptual asal Belanda, Florentijn Hofman. Meskipun hanya terbuat dari karet, bebek tersebut sebelumnya sudah melintasi sembilan negara dan 12 kota. Memulai perjalanannya pada 2007 dari Brasil lalu ke berbagai belahan dunia. Negara-negara yang sudah dilewatinya antara lain, Jepang, Belanda, dan Australia. Kini, bebek tersebut sedang mampir ke Hong Kong dan bisa dilihat mulai Kamis kemarin hingga Minggu (9/62013) mendatang.
Mainan bebek karet warna kuning biasanya digunakan anak untuk bermain-main saat mandi. Namun apa jadinya jika bebek lucu itu ditemukan berlayar di antara kapal-kapal di perairan Hong Kong, Kamis (2/5/2013). Bebek raksasa ini diciptakan oleh seniman konseptual asal Belanda, Florentijn Hofman. Meskipun hanya terbuat dari karet, bebek tersebut sebelumnya sudah melintasi sembilan negara dan 12 kota. Memulai perjalanannya pada 2007 dari Brasil lalu ke berbagai belahan dunia. Negara-negara yang sudah dilewatinya antara lain, Jepang, Belanda, dan Australia. Kini, bebek tersebut sedang mampir ke Hong Kong dan bisa dilihat mulai Kamis kemarin hingga Minggu (9/62013) mendatang.
Bebek raksasa buatan seniman Belanda, Florentijn Hofman dengan mendapat upacara sambutan selamat datang oleh marching band Kepolisian Hong Kong di pelabuhan Victoria, Kamis (2/5/2013). Bebek karet berisi udara itu berukuran raksasa setinggi 16,5 meter itu berada di Hong Kong mulai 2 Mei 2013 hingga 9 Juni 2013. Sejak tahun 2007, si Bebek Karet telah bepergian ke 12 kota di 10 negara. Bebek yang mencolok itu dibuat selama 800 jam oleh tim beranggotakan 8 orang. Mereka bekerja keras menggunting, mengelas dan memastikan kedap udara sebelum turun ke air.
Peti jenazah mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher berbalut bendera Union Jack ditarik pasukan berkuda King's Troop Royal Horse Artileri menuju Katedral St Paul's dalam rangkaian prosesi pemakaman di kota London, Rabu (17/4/2013). Karangan bunga diletakkan di atas peti dengan dilengkapi kartu yang bertuliskan, "Ibu tercinta, selalu di hati kami." Thatcher dikenal sebagai perdana menteri konservatif memerintah Inggris sejak 1979 hingga 1990. Wanita berjuluk "Perempuan Besi" itu meninggal dunia pada Senin (8/4/2013) lalu dalam usia 87 tahun.
Peti jenazah mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher berbalut bendera Union Jack ditarik pasukan berkuda King's Troop Royal Horse Artileri menuju Katedral St Paul's dalam rangkaian prosesi pemakaman di kota London, Rabu (17/4/2013). Peti jenazah Margaret Thatcher dibawa dari Westminster melintasi sejumlah ruas jalan di London tengah menuju Katedral St Paul's untuk misa pemakaman. Peti jenazah Thatcher dibawa menggunakan kereta meriam yang ditarik pasukan berkuda King's Troop Royal Horse Artileri ke Katedral St Paul's. Jalur prosesi pemakaman dijaga oleh sekitar 700 personel militer. Tembakan penghormatan dilepaskan dari Tower of London setiap menit selama proses berlangsung.
Para pengusung peti jenazah yang disebut The Bearer Party, terdiri delapan personil dari tiga Angkatan Bersenjata Kerajaan Inggris meletakkan peti jenazah mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher di Katedral St Paul's, London, Rabu (17/4/2013), untuk dilaksanakan misa pemakaman. Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan, prosesi pemakaman Margaret Thatcher menjadi penghormatan yang sesuai untuk seorang Perdana Menteri yang dihormati di seluruh dunia. Karena itu, Cameron mendesak kepada mereka yang memiliki pandangan berbeda terhadap Thatcher untuk tetap memberikan penghormatan selayaknya. David Cameron menyatakan hal ini di hadapan publik yang berkumpul di Katedral St Paul's, London, untuk memberikan penghormatan terakhir untuk Perdana Menteri Inggris dengan masa jabatan terpanjang itu.
Para pengusung peti jenazah yang disebut The Bearer Party, terdiri delapan personil dari tiga Angkatan Bersenjata Kerajaan Inggris siap membalut peti jenazah mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher dengan bendera Inggris Union Jack untuk kemudian dibawa menuju mobil jenazah yang akan membawa jenazah ke tempat pemakaman seusai misa pemakaman di Katedral Saint Paul's di London, Rabu (17/4/2013). Diperkirakan 2.300 orang mewakili 170 negara menghadiri upacara pemakaman Margaret Thatcher. Upacara ini juga dihadiri Ratu Elizabeth II.
Mark Thatcher (kedua dari kanan), putra sulung mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher, berjalan di belakang peti jenazah ibunya saat meninggalkan Katedral Saint Paul's, London, Rabu (17/4/2013). Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan, upacara pemakaman ini merupakan penghormatan layak bagi seorang pemimpin besar. "Ini merupakan peristiwa yang cukup muram, tetapi merupakan penghormatan layak bagi seorang perdana menteri besar yang dihormati di seluruh dunia," kata PM Cameron. "Dan saya pikir negara-negara lain di dunia akan menganggap Inggris akan benar-benar keliru bila kita tidak melakukan hal ini secara layak," tambah Cameron.
Mark Thatcher (atas, ketiga dari kanan), putra sulung mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher, menghadiri upacara pemakaman ibunya ditemani istrinya Sarah (keempat dari kanan) dan anak-anaknya Michael (kedua dari kanan) dan Amanda (kanan), juga bersama adiknya Carol (kiri) dan kekasihnya Marco Grass (kedua dari kiri L) di luar Katedral Saint Paul's, London, Rabu (17/4/2013). Mantan perdana menteri Inggris Margaret Tharcher mendapat “pemakaman seremonial” dengan penghormatan militer. Pemakaman seremonial sedikit berbeda dengan pemakaman kenegaraan, yang diberikan kepada raja dan orang terkenal lainnya yang jarang ada. Pemakaman tersebut terakhir diselenggarakan untuk Ratu Elizabeth, ibu dari Elizabeth II pada 2002 dan untuk Diana, princess of Wales pada 1997.
Mark Thatcher dan istrinya Sarah menundukkan kepala memberi hormat kepada Sri Ratu Inggris Elizabeth II, Pangeran Philip and Walikota London Michael Roger Gifford (kiri to ke kanan) saat mereka meninggalkan Katedral Saint Paul's, London, Rabu (17/4/2013) seusai misa pemakaman mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher. "Downing Street mengumumkan bahwa, dengan persetujuan Ratu, Lady Thatcher akan menerima pemakaman seremonial dengan penghormatan militer. Pemakamannya sendiri akan diadakan di St Paul's Cathedral," demikian seperti diumumkan pejabat dari Perdana Menteri David Cameron. Kremasi tertutup akan menyusul kemudian, katanya. Pemakaman kenegaraan terakhir yang dilakukan untuk orang dari non-kerajaan dipersembahkan untuk perdana menteri semasa perang, Winston Churchill pada 1965, yang juga diadakan di St Paul's Cathedral.
Seorang warga Inggris menangis sesaat peti jenazah mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher dibawa dari gereja St Clement Danes menuju Katedral St Paul's dalam rangkaian prosesi pemakamannya di London, Rabu (17/4/2013). Diperkirakan 2.300 orang mewakili 170 negara menghadiri upacara pemakaman Margaret Thatcher. Upacara ini juga dihadiri Ratu Elizabeth II. Selain itu, 30 orang anggota kabinet Thatcher juga menghadiri upacara pemakaman sang "Perempuan Besi" tersebut. Di antara para tamu juga akan hadir 50 orang yang terkait dengan Kepulauan Falkland, termasuk para veteran perang yang melawan Argentina pada 1982. Namun, duta besar Argentina di London, Alicia Castro, menolak hadir. Secara keseluruhan, dua kepala pemerintahan, 11 perdana menteri, dan 17 menteri luar negeri dari seluruh dunia menghadiri prosesi pemakaman ini.
-
Kreasikan Nada Getaran Pada Smartphone Anda Dengan Apilkasi Vybe
Rabu, 22 May 2013 15:05 -
Fahri Hamzah Klaim KPK Telah Hancurkan Moral Luthfi Hasan
Rabu, 22 May 2013 14:56 -
Astaga! Warnet Jadi Tempat Nyabu Oleh Pelajar
Rabu, 22 May 2013 14:46 -
Biaya Kampanye Mahal, Diperkirakan Korupsi Meningkat
Rabu, 22 May 2013 14:35 -
Pemerintah Segera Bentuk Tim Independen Kasus Freeport
Rabu, 22 May 2013 14:23 -
Fahri Hamzah dan Nasir Djamil Balik ke DPR
Rabu, 22 May 2013 14:11 -
DPR: Koruptor Wajib Dimiskinkan
Rabu, 22 May 2013 13:59 -
Ketua SMC, Syahganda Nainggolan Bantah Jadi Admin @TrioMacan2000
Rabu, 22 May 2013 13:49 -
Lebaran, Tiket Jakarta - Semarang Habis Terjual 95 Persen
Rabu, 22 May 2013 13:38 -
Eza Gionino Dituntut 5 Bulan Penjara
Rabu, 22 May 2013 13:10
-
Program Reposisi untuk Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Industri
Sabtu, 05 Januari 2013 00:55 -
Wow! Mantan Kuli Jadi Penemu Software Melebihi Winamp
Selasa, 19 Maret 2013 13:41 -
Penasaran Dengan Injil Barnabas, Paus Mundur Bukan Alasan Kesehatan
Rabu, 13 Februari 2013 08:39 -
Jokowi Turun ke Daerah Banjir
Senin, 24 Desember 2012 15:57 -
Rumah Tempe Indonesia Jadi Tempat Kunjungan Favorit Wisatawan Mancanegara
Rabu, 15 May 2013 15:32 -
Insiden Fukushima tidak Surutkan Minat Bangun PLTN
Minggu, 16 Desember 2012 12:10 -
Wisata Syariah Siap Hadir di Indonesia
Sabtu, 22 Desember 2012 07:58 -
Aceh di Bawah Qanun Syariat
Sabtu, 22 Desember 2012 15:25 -
Fergie: Ronaldo dan Messi Sama Baiknya
Jumat, 21 Desember 2012 18:11 -
Isi Kicauan Farhat Abbas di Twitter
Jumat, 11 Januari 2013 16:39
-
Seorang Wanita Arab Sukses Mendaki Gunung Tertinggi di Dunia
Senin, 20 May 2013 14:15 -
Asteroid Sepanjang 27 Kilometer Akan Lintasi Bumi
Jumat, 17 May 2013 13:28 -
Jokowi Ajak Anak Muda Jakarta Bergrafiti dan Bermural
Rabu, 08 May 2013 10:39 -
Gerindra Tertarik Mencalonkan Jokowi Jadi Capres 2019
Senin, 20 May 2013 11:59 -
Akil Mochtar: Independensi Sebagai Harga Mati
Senin, 13 May 2013 14:38 -
Presiden Minta Segera Selidiki Kecelakaan PT Freeport
Jumat, 17 May 2013 04:35 -
Hah! Fatin dan Mikha Nonton Bareng?
Senin, 20 May 2013 12:35 -
Jokowi Kekeuh Tolak Ganti Rugi Tanah Waduk Pluit
Senin, 13 May 2013 12:22 -
Wow! 70 Ribu Ton Uranium Tersebar di Wilayah Indonesia
Selasa, 21 May 2013 11:17 -
Berbagi Pengalaman Mewujudkan Efisiensi Energi
Rabu, 15 May 2013 13:38

