Close Menu
  • Home
  • Bisnis
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Indeks
What's Hot

Terima Asosiasi Pendeta Indonesia, Wapres Dorong Penguatan Persatuan di Tengah Keberagaman

Rabu, 7 Oktober 2026

Tinjau Pameran INACRAFT 2026 Youthpreneurs, Wapres Dukung Pengembangan Produk Kreatif Para Wirausahawan Muda

Rabu, 7 Oktober 2026

Wapres Bahas Akselerasi Pendidikan di Indonesia Timur Bersama RAPI

Rabu, 30 September 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Threads
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Contact
NonBlok.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Home
  • Bisnis
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Indeks
NonBlok.com
Nonblok.com / Wamen Investasi Bongkar Strategi Indonesia Bakal Jadi ‘Intermediary Country’ untuk Hadapi Tarif Trump
Bisnis

Wamen Investasi Bongkar Strategi Indonesia Bakal Jadi ‘Intermediary Country’ untuk Hadapi Tarif Trump

NonblokBy NonblokRabu, 23 Juli 2025Updated:Rabu, 23 Juli 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter Pinterest Threads Bluesky Copy Link

Jakarta, 23 Juli 2025 – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu membongkar strategi Indonesia di balik kesepakatan tarif resiprokal Indonesia-Amerika Serikat yang sempat menjadi perdebatan publik.

Wakil Menteri yang akrab dipangil Todo tersebut mengungkap bahwa tarif 19 persen yang diterima Indonesia justru menjadi keunggulan kompetitif untuk menarik investasi manufaktur besar-besaran dari negara-negara Asia.

“Strategic manufacturing ini memang dalam pola investasi itu ada beberapa negara yang memang memakai negara kita ini sebagai intermediary country,” ungkap Todo dalam podcast tersebut.

Todo menjelaskan bahwa tarif 19 persen yang diterima Indonesia sebenarnya jauh lebih kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga. China yang selama ini menjadi basis manufaktur dunia kini dikenakan tarif hingga 55 persen untuk ekspor ke Amerika Serikat. Sementara itu, negara-negara ASEAN lainnya juga mendapat tarif yang lebih tinggi seperti Vietnam dan Filipina yang dikenakan tarif 20 persen, begitu juga dengan Malaysia dan Thailand yang mendapat tarif serupa.

“Misalnya kalau China dia direct kirim ke Amerika. Dari dia punya manufaktur yang ada di China, direct kirim ke Amerika. Itu kenanya 55 persen. Maka akan ada potensi. Dan ini sudah ada beberapa yang terjadi. Dia memindahkan manufakturnya ke Indonesia,” papar Todo menjelaskan konsep intermediary country.

Strategi intermediary country ini bukan sekadar wacana. Todo mengungkap bahwa sudah ada pergerakan nyata dari perusahaan-perusahaan besar yang berencana memindahkan manufakturnya ke Indonesia. Sudah ada sekitar 3-4 vendor yang memiliki keinginan serius untuk pindah setelah melihat kesuksesan pabrik Airtag Apple yang akan melakukan launching bulan depan. Perusahaan-perusahaan ini menyadari bahwa Indonesia memberikan insentif dan kemudahan-kemudahan yang menarik bagi investor.

Wamen Investasi menekankan bahwa perpindahan manufaktur ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Meskipun raw material kemungkinan masih didatangkan dari negara asal, Indonesia tetap mendapat keuntungan besar dari segi penerimaan PPh, penyerapan tenaga kerja lokal, pergerakan penjualan material konstruksi, serta biaya operasional seperti listrik dan air. Hal ini akan memperkuat ekosistem ekonomi Indonesia dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Todo menegaskan bahwa dalam dunia investasi, perbedaan tarif sekecil apapun menjadi pertimbangan serius bagi investor. Perbedaan tarif minimal 3 persen saja sudah menjadi faktor yang akan dipertimbangkan investor untuk bergeser lokasi manufakturnya. Dengan perbedaan tarif yang mencapai puluhan persen dibandingkan China dan negara lain, Indonesia diprediksi akan mengalami gelombang investasi manufaktur yang luar biasa.

“Dalam investasi itu kalau perbedaan tarif itu di rating minimal 3 persen saja ini sudah menjadi sesuatu. Akan menjadi pertimbangan mereka untuk bergeser,” jelasnya mengenai sensitivitas investor terhadap perbedaan tarif.

Ketika ditanya tentang optimisme pemerintah menghadapi gelombang investasi ini, Todo dengan tegas menyatakan sangat optimis. Ia yakin bahwa strategi yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto ini akan membuahkan hasil yang luar biasa. Todo bahkan memuji negosiasi yang dilakukan Presiden Prabowo sebagai langkah yang sangat cerdas dan taktis.

Strategi intermediary country ini menunjukkan bahwa apa yang awalnya terlihat sebagai kekalahan dalam negosiasi tarif, justru menjadi kemenangan strategis yang akan menguntungkan Indonesia dalam jangka panjang.

“Dengan persiapan infrastruktur dan regulasi yang tepat, Indonesia bersiap menjadi destinasi utama investasi manufaktur di Asia Tenggara, memanfaatkan momentum perang dagang global untuk kepentingan ekonomi nasional.” Tutup Todo.**

Bisnis Ekonomi Ekonomi dan Bisnis Indonesia Nasional Nusantara
Share. Facebook Twitter Pinterest Bluesky Threads Tumblr Telegram Email
Nonblok

Related Posts

Terima Asosiasi Pendeta Indonesia, Wapres Dorong Penguatan Persatuan di Tengah Keberagaman

Rabu, 7 Oktober 2026

Tinjau Pameran INACRAFT 2026 Youthpreneurs, Wapres Dukung Pengembangan Produk Kreatif Para Wirausahawan Muda

Rabu, 7 Oktober 2026

Wapres Bahas Akselerasi Pendidikan di Indonesia Timur Bersama RAPI

Rabu, 30 September 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terkini

Terima Asosiasi Pendeta Indonesia, Wapres Dorong Penguatan Persatuan di Tengah Keberagaman

Rabu, 7 Oktober 20261

Tinjau Pameran INACRAFT 2026 Youthpreneurs, Wapres Dukung Pengembangan Produk Kreatif Para Wirausahawan Muda

Rabu, 7 Oktober 20261

Wapres Bahas Akselerasi Pendidikan di Indonesia Timur Bersama RAPI

Rabu, 30 September 20260

Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah

Rabu, 30 September 20261

Memahami Kekhawatiran Orang Tua Siswa, Wapres Pastikan Penanganan Optimal Bagi Korban Keracunan Makanan di Batang

Senin, 28 September 20260

Wapres Perintahkan Langsung Dokter Pribadinya, Tangani Warga yang Sakit di Posko Pengungsian Solok

Jumat, 25 September 20260

Kunjungi Keluarga Korban Banjir Bandang Solok, Wapres Sampaikan Duka Cita

Jumat, 25 September 20260

Salat Jumat Bersama Warga Terdampak Bencana di Solok, Wapres Serap Aspirasi dan Pastikan Pemulihan Rumah Ibadah

Jumat, 25 September 20260

Beri Arahan Forkopimda, Wapres Tekankan Prioritas Tanggap Darurat dan Konsolidasi Penanganan Bencana Solok

Jumat, 25 September 20260

Temui Pengungsi Korban Banjir Bandang di Solok, Wapres Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Jumat, 25 September 20260
Don't Miss

Terima Asosiasi Pendeta Indonesia, Wapres Dorong Penguatan Persatuan di Tengah Keberagaman

NonblokRabu, 7 Oktober 2026

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pendeta Indonesia (DPP…

Tinjau Pameran INACRAFT 2026 Youthpreneurs, Wapres Dukung Pengembangan Produk Kreatif Para Wirausahawan Muda

Rabu, 7 Oktober 2026

Wapres Bahas Akselerasi Pendidikan di Indonesia Timur Bersama RAPI

Rabu, 30 September 2026

Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah

Rabu, 30 September 2026
Top Posts

Enam Lapangan Migas Baru Siap Kerek Lifting Minyak Nasional

Minggu, 4 Agustus 202432

Allianz Syariah Percayakan Kolaborasi Kurban ke Pelosok Negeri bersama Dompet Dhuafa

Sabtu, 15 Juni 202428

Usulan Penundaan Wajib Sertifikasi Halal, Wapres KH Ma’ruf Amin: Proses Tetap Berjalan sesuai Penahapan

Selasa, 2 April 202424

Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (13 September 2024)

Jumat, 13 September 202423
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.