Close Menu
  • Home
  • Bisnis
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Indeks
What's Hot

Selamatkan Aset Ratusan Miliar, UIN Jakarta Amankan Triguna Utama

Rabu, 18 Maret 2026

Pantau Strategi Pengendalian Lalu Lintas di JMTC, Wapres Apresiasi Kesiapan Petugas Kawal Arus Mudik Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 2026

Wapres Tinjau Kesiapan Arus Mudik Nyepi dan Lebaran di Jasa Marga Toll Road Command Centre

Selasa, 17 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Threads
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Contact
NonBlok.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Home
  • Bisnis
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Indeks
NonBlok.com
Nonblok.com / Disiplin Positif dan Asset-Based Thinking: Solusi Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
Nasional

Disiplin Positif dan Asset-Based Thinking: Solusi Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Nonblok.comBy Nonblok.comJumat, 28 Juni 2024Updated:Jumat, 28 Juni 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Pinterest Threads Bluesky Copy Link

Polewali Mandar, 27 Juni 2024 – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat pada Selasa, (25/6). Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan para Guru Penggerak yang telah menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah serta menyelesaikan program pendidikan Guru Penggerak yang diinisasi oleh Kemendikbudristek.

Pada kesempatan tersebut, Iwan mendengar langsung cerita perubahan dan pengalaman dari para Guru Penggerak yang telah menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah mengenai pengalaman yang dirasakan selama mengikuti program tersebut. Adapun salah satu topik utama yang dibahas adalah penerapan materi Asset-Based Thinking dan budaya disiplin positif yang menjadi bagian integral dari Pendidikan Guru Penggerak.

“Pendidikan berbasis aset menekankan kita untuk tetap maju dalam kondisi apapun, bahkan jika situasinya jauh dari sempurna. Ini merupakan salah satu modal utama yang harus dipunya sebagai pemimpin,” ujar Dirjen Iwan. 

Jika melihat sejarah berdirinya Republik Indonesia, lanjut Iwan, terlihat bawah konsep Asset-Based Thinking sudah diterapkan oleh para pejuang kita terdahulu. Dalam perjuangannya dalam melawan para penjajah, rakyat Indonesia menggunakan bambu runcing sebagai senjata utama. 

“Para pejuang tidak hilang akal meskipun dalam keterbatasan. Mereka menggunakan aset yang tersedia untuk melawan penjajah dan akhirnya berhasil mencapai kemerdekaan. Ini menunjukkan bahwa dengan cara berpikir yang berfokus pada potensi dan kekuatan, kita bisa mencapai hal-hal luar biasa,” jelasnya. 

Tidak hanya itu, budaya positif sekolah juga diperlukan seorang kepala sekolah atau guru yang mampu mengimplementasikan nilai dan peran guru penggerak sehingga dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik. 

Cerita Inspiratif Guru Penggerak

Salah satu Guru Penggerak Angkatan I sekaligus Kepala SDN 023 Kunyi, Munawir, membagikan pengalamannya tentang bagaimana materi budaya positif mengubah cara pandangnya untuk mengatasi tantangan dalam pendidikan. 

“Dengan implementasikan budaya disiplin positif saya merangkul guru dengan memberi contoh kepada mereka untuk mencintai tugasnya sebagai pendidik. Dimulai dari hal sederhana, kita berikan contoh misalnya hadir di sekolah jam 7 pagi, lama kelamaan guru-guru saya jadi ikut tertib. Begitu juga dengan anak-anak di sekolah,” kata Munawir. 

Sementar itu, Kepala SDN 044 Buttulamba, Mardia, juga menceritakan tentang bagaimana budaya disiplin positif yang berkembang di sekolahnya dengan menciptakan kesepakatan kelas. 

“Sekolah kami itu tidak ada pagar, jadi jika terjadi masalah antar murid, orang tua bisa langsung masuk ke kelas. Akhirnya melalui kesepakatan kelas, saya sosialisasikan jika ada masalah di sekolah, biarkan kami sebagai orang tua yang di sekolah yang menyelesaikan terlebih dahulu. Orang tua boleh memberikan solusi, tapi tidak dengan cara langsung masuk ke kelas,” ujar Mardia. 

Mardia juga bercerita tentang bagaimana ia mengimplementasikan materi Asset-Based Thinking di sekolahnya. Dengan memahami konteks keterbatasan pendanaan sekolah, Mardia memberdayakan aset yang ia miliki di sekolah, untuk berpartisipasi menyukseskan acara di sekolahnya. Pendekatan ini tidak hanya berhasil mengatasi masalah finansial, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua murid. 

“Pada waktu itu, kami akan mengadakan acara perpisahan di sekolah. Di sekolah kami, orang tua lebih sulit mengeluarkan uang 5 ribu dibandingkan 1 kg beras. Jadi kami mengajak orang tua murid untuk berkolaborasi,” katanya. 

Sedangkan, Kepala SD Negeri 062 Pelitakan, Rudiyanto, menambahkan bagaimana implementasi pemberdayaan aset di sekolahnya sederhana membuat ia mampu menemukan talenta baru murid di sekolahnya. 

“Pada saat itu kami akan melakukan kegiatan perpisahan di sekolah. Awalnya kami pesimis, bagaimana dengan keterbatasan anggaran kami tetap bisa melaksanakan kegiatan untuk anak-anak di sekolah. Kami membuat panggung dengan memanfaatkan meja yang ada, untuk konsumsi kami berkolaborasi dengan orang tua. Dan yang tidak disangka-sangka, melalui kegiatan tersebut kami ternyata menemukan murid yang bertalenta menyanyi. Beberapa bulan kemudian, kami ikutkan murid tersebut lomba hingga bisa menjadi perwakilan di kabupaten Polewali Mandar,” ujarnya. 

Di akhir sesi berbagi, para Guru Penggerak berharap kedepannya materi tentang budaya positif ini semakin dikuatkan. Sehingga warga sekolah dapat bekerja sama lebih baik, mengenali satu sama lain dengan lebih akrab, dan lebih mudah mencari solusi ketika menghadapi kendala. Hal ini akan membawa dampak positif tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi keseluruhan komunitas sekolah.

Indonesia Kementerian Nasional Nusantara
Share. Facebook Twitter Pinterest Bluesky Threads Tumblr Telegram Email
Nonblok.com

Related Posts

Selamatkan Aset Ratusan Miliar, UIN Jakarta Amankan Triguna Utama

Rabu, 18 Maret 2026

Pantau Strategi Pengendalian Lalu Lintas di JMTC, Wapres Apresiasi Kesiapan Petugas Kawal Arus Mudik Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 2026

Wapres Tinjau Kesiapan Arus Mudik Nyepi dan Lebaran di Jasa Marga Toll Road Command Centre

Selasa, 17 Maret 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terkini

Selamatkan Aset Ratusan Miliar, UIN Jakarta Amankan Triguna Utama

Rabu, 18 Maret 20260

Pantau Strategi Pengendalian Lalu Lintas di JMTC, Wapres Apresiasi Kesiapan Petugas Kawal Arus Mudik Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 20260

Wapres Tinjau Kesiapan Arus Mudik Nyepi dan Lebaran di Jasa Marga Toll Road Command Centre

Selasa, 17 Maret 20260

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Wapres Kirim Salam untuk Masyarakat di Masjid Cut Meutia Jakarta

Selasa, 17 Maret 20260

Wapres Sapa Peserta Mudik Bersama Danareksa 2026, Tekankan Keselamatan dan Kenyamanan

Selasa, 17 Maret 20260

Wapres Lepas Peserta Mudik Bersama Holding BUMN Danareksa 2026

Selasa, 17 Maret 20260

Berbagi Kebahagiaan Jelang Lebaran, Wapres Ajak Anak Panti PSAA Putra Utama Berbelanja di Muku Blok M Plaza

Senin, 16 Maret 20260

Pererat Silaturahmi Ramadan, Wapres Hadiri Buka Bersama di Istana Wapres

Jumat, 13 Maret 20260

Ramadan Penuh Kepedulian, Wapres Berbagi Santunan dengan Anak Yatim

Jumat, 13 Maret 20260

Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako

Jumat, 13 Maret 20261
Don't Miss

Selamatkan Aset Ratusan Miliar, UIN Jakarta Amankan Triguna Utama

Nonblok.comRabu, 18 Maret 2026

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah terus melakukan upaya penyelamatan aset negara bernilai ratusan miliar…

Pantau Strategi Pengendalian Lalu Lintas di JMTC, Wapres Apresiasi Kesiapan Petugas Kawal Arus Mudik Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 2026

Wapres Tinjau Kesiapan Arus Mudik Nyepi dan Lebaran di Jasa Marga Toll Road Command Centre

Selasa, 17 Maret 2026

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Wapres Kirim Salam untuk Masyarakat di Masjid Cut Meutia Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026
Top Posts

Kemen PPPA : SIMFONI PPA Indikator Krusial Penentuan Daerah Penerima Dana Alokasi Khusus Non-Fisik

Minggu, 7 Juli 202411

Tinjau Dampak Longsor di Tapanuli Utara, Wapres Pastikan Pemulihan Infrastruktur dan Perlindungan Korban Bencana

Senin, 22 Desember 20259

Kabaharkam Polri Sambangi Pemudik di Bakauheni, Imbau Waspada di Perjalanan

Kamis, 3 April 20259

Resmikan Produksi Smelter PT Freeport Indonesia, Presiden Jokowi: Dorong Hilirisasi dan Penerimaan Negara

Senin, 23 September 20249
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.