Close Menu
  • Home
  • Bisnis
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Indeks
What's Hot

Silaturahmi Pascaidulfitri, Wapres Gibran Gelar Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Setwapres

Senin, 30 Maret 2026

QS Rankings 2026: UIN Jakarta Naik ke Posisi 29 Dunia

Jumat, 27 Maret 2026

Tinjau Peternakan Sapi di Boyolali

Jumat, 27 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Threads
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Contact
NonBlok.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Home
  • Bisnis
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Indeks
NonBlok.com
Nonblok.com / Kemen PPPA : SIMFONI PPA Indikator Krusial Penentuan Daerah Penerima Dana Alokasi Khusus Non-Fisik
Nasional

Kemen PPPA : SIMFONI PPA Indikator Krusial Penentuan Daerah Penerima Dana Alokasi Khusus Non-Fisik

Nonblok.comBy Nonblok.comMinggu, 7 Juli 2024Updated:Minggu, 7 Juli 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter Pinterest Threads Bluesky Copy Link

Bandung (07/07) –  Sejak tahun 2021, Pemerintah telah menyalurkan Dana Alokasi Khusus Non-Fisik Perlindungan Perempuan dan Anak (DAK Non-Fisik PPA) agar provinsi dan kabupaten/kota penerima dapat memberikan pelayanan perlindungan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).   DAK Non-Fisik tahun 2024 sudah diterima 305 provinsi dan Kabupaten/Kota. Salah satu indikator untuk mendapatkan DAK Non-Fisik adalah adanya pelaporan kasus yang tercatat melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) yang dikembangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Plt. Sekretaris Kemen PPPA, Titi Eko Rahayu menyatakan SIMFONI PPA menjadi indikator krusial daerah untuk mengajukan mendapatkan DAK Non-Fisik.

“SIMFONI PPA berperan krusial sebagai indikator dalam penentuan daerah yang layak menerima DAK Non-Fisik PPA. SIMFONI PPA dibangun untuk mempermudah pencatatan dan pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di wilayah Indonesia, baik untuk warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Itu sebabnya pengembangan indikator pelayanan untuk korban yang menerima layanan komprehensif terus dilakukan. Kemen PPPA melakukan kolaborasi manajemen kasus dengan berbagai pihak, seperti yang telah dilakukan dengan Bareskrim Polri melalui Nota Kesepahaman yang berlangsung antara tahun 2014-2019, bertujuan untuk memperkuat langkah bersama dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, Kemen PPPA juga bekerjasama dengan Kemendikbudristek  melalui pengembangan sistem informasi yang terintegrasi dengan SIMFONI PPA untuk memantau dan mengelola data kekerasan di lingkungan pendidikan,” ujar Titi saat menutup Bimbingan Teknis (BIMTEK) untuk pengelola SIMFONI PPA tingkat Nasional di Bandung, Jawa Barat.

Manajemen kasus yang adaptif dalam SIMFONI PPA memungkinkan koordinasi petugas layanan langsung kepada perempuan dan/atau anak serta keluarga korban, dan juga koordinasi dengan penyedia layanan PPA lainnya. Informasi yang tercatat meliputi identifikasi kasus, evaluasi risiko, dan langkah-langkah perlindungan yang diperlukan. SIMFONI PPA juga memungkinkan pencatatan layanan bagi kasus-kasus lain yang memerlukan perhatian serupa, seperti dukungan psikologis atau pendampingan. Untuk memberikan efektifitas layanan SIMFONI PPA maka pembaharuan sistim terus dilakukan.

“Pembaharuan fungsi dan fitur aplikasi Simfoni PPA, termasuk penambahan fitur status terminasi korban dan pendampingan khusus bagi provinsi baru seperti Papua Tengah dan Papua Selatan, merupakan bagian dari upaya memperbaiki sistem. Praktik baik dari Provinsi Kalimantan Timur berupa peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam penyelenggaraan SIMFONI PPA, didukung oleh alokasi anggaran dan penguatan melalui pembentukan POKJA atau penetapan SK dari pimpinan instansi atau kepala daerah diharapkan dapat menginspirasi daerah-daerah lain,”ujar Titi.

Selama berlangsungnya Bimtek, para peserta melakukan diskusi dan evaluasi  yang kemudian menemukan beberapa isu, seperti tahapan verifikasi data masih belum efektif, kesulitan dalam kelengkapan data terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta peningkatan jumlah korban perempuan dewasa dan anak pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Beberapa alternatif inovasi akan diupayakan seperti  sinergi data dengan layanan SAPA 129, penyediaan tagging data korban SAPA 129 pada aplikasi SIMFONI PPA, dan sinkronisasi data antara SAPA 129  dengan SIMFONI PPA.

Bimtek ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk menjadi fasilitator SIMFONI PPA di tingkat Provinsi dan Pembina di tingkat Kabupaten/Kota, sehingga data kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dikelola dengan lebih baik dan berkualitas.

“Bimtek ini diselenggarakan sebagai respon atas pengembangan dan perbaikan aplikasi SIMFONI PPA serta kebutuhan akan pemanfaatan data yang lebih baik. kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman dalam pengelolaan Simfoni PPA, termasuk ketepatan waktu penginputan data, konsistensi data, verifikasi data, penanganan duplikasi data, dan keamanan data,” pungkas Titi.

Indonesia Kementerian Nasional Nusantara
Share. Facebook Twitter Pinterest Bluesky Threads Tumblr Telegram Email
Nonblok.com

Related Posts

Silaturahmi Pascaidulfitri, Wapres Gibran Gelar Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Setwapres

Senin, 30 Maret 2026

QS Rankings 2026: UIN Jakarta Naik ke Posisi 29 Dunia

Jumat, 27 Maret 2026

Tinjau Peternakan Sapi di Boyolali

Jumat, 27 Maret 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terkini

Silaturahmi Pascaidulfitri, Wapres Gibran Gelar Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Setwapres

Senin, 30 Maret 20260

QS Rankings 2026: UIN Jakarta Naik ke Posisi 29 Dunia

Jumat, 27 Maret 20262

Tinjau Peternakan Sapi di Boyolali

Jumat, 27 Maret 20262

Silaturahmi di Ponpes Annajah Dawar Boyolali, Wapres Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat

Jumat, 27 Maret 20260

Wapres Tinjau Hasil Proyek Pengaspalan Jalan di Sragen

Kamis, 26 Maret 20261

Silaturahmi Idulfitri, Wapres Ajak Pesantren Berperan Aktif Sukseskan Program Pemerintah

Kamis, 26 Maret 20261

Wapres Jalin Silaturahmi dengan Ketua PCNU Karanganyar, Bahas Isu Strategis Nasional hingga Global

Kamis, 26 Maret 20261

Selamatkan Aset Ratusan Miliar, UIN Jakarta Amankan Triguna Utama

Rabu, 18 Maret 20260

Pantau Strategi Pengendalian Lalu Lintas di JMTC, Wapres Apresiasi Kesiapan Petugas Kawal Arus Mudik Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 20260

Wapres Tinjau Kesiapan Arus Mudik Nyepi dan Lebaran di Jasa Marga Toll Road Command Centre

Selasa, 17 Maret 20260
Don't Miss

Silaturahmi Pascaidulfitri, Wapres Gibran Gelar Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Setwapres

NonblokSenin, 30 Maret 2026

Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Istana Wakil Presiden (Wapres) saat Wapres Gibran Rakabuming menggelar…

QS Rankings 2026: UIN Jakarta Naik ke Posisi 29 Dunia

Jumat, 27 Maret 2026

Tinjau Peternakan Sapi di Boyolali

Jumat, 27 Maret 2026

Silaturahmi di Ponpes Annajah Dawar Boyolali, Wapres Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat

Jumat, 27 Maret 2026
Top Posts

Allianz Syariah Percayakan Kolaborasi Kurban ke Pelosok Negeri bersama Dompet Dhuafa

Sabtu, 15 Juni 202416

Kemen PPPA : SIMFONI PPA Indikator Krusial Penentuan Daerah Penerima Dana Alokasi Khusus Non-Fisik

Minggu, 7 Juli 202411

Pertamina Gelar Pasar Sembako Murah

Jumat, 5 April 202411

Tingkatkan Ketertiban dan Kemanan, Polsek Rawa Lumbu Gelar Operasi Patuh Jaya 2024

Jumat, 26 Juli 202410
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.