Close Menu
  • Home
  • Bisnis
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Indeks
What's Hot

Silaturahmi Pascaidulfitri, Wapres Gibran Gelar Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Setwapres

Senin, 30 Maret 2026

QS Rankings 2026: UIN Jakarta Naik ke Posisi 29 Dunia

Jumat, 27 Maret 2026

Tinjau Peternakan Sapi di Boyolali

Jumat, 27 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Threads
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Contact
NonBlok.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Home
  • Bisnis
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Indeks
NonBlok.com
Nonblok.com / Komitmen Global Wujudkan Kesetaraan dan Pemenuhan Hak Perempuan, Kemen PPPA Susun Laporan Nasional BPfA +30
Nasional

Komitmen Global Wujudkan Kesetaraan dan Pemenuhan Hak Perempuan, Kemen PPPA Susun Laporan Nasional BPfA +30

Nonblok.comBy Nonblok.comJumat, 31 Mei 2024Updated:Senin, 3 Juni 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Pinterest Threads Bluesky Copy Link

Jakarta (31/5) – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) didukung oleh United Nations (UN) Women Indonesia tengah menyusun Laporan Nasional Beijing Platform for Action (BPfA) +30 yang mencakup 12 (dua belas) area kritis. BPfA merupakan kesepakatan dari negara-negara Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam rangka melaksanakan Convention on Elimination of All Forms Discriminations Againts Women (CEDAW).

Tahun 2025 mendatang, komunitas global akan memperingati 30 tahun pelaksanaan BPfA serta 10 tahun Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hal ini menjadi peluang untuk memperkuat aksi responsif gender dan komitmen bersama dalam mendorong kesetaraan gender serta hak-hak perempuan dan anak perempuan.

“Kemen PPPA sebagai leading sector pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak memprakarsai seluruh proses penulisan laporan ini dengan melibatkan berbagai stakeholder. Namun demikian, Laporan BPfA +30 bukan hanya milik Kemen PPPA, tetapi milik Indonesia sehingga penting untuk mendapatkan masukan dari para stakeholders terkait data dan informasi yang dibutuhkan. Pelaporan BPfA +30 akan memberikan manfaat yang sangat baik dan menjadi kesempatan untuk mendokumentasikan praktik-praktik terbaik serta merumuskan kebijakan yang inklusif guna meningkatkan kesetaraan gender di Indonesia. Nantinya, Laporan Nasional BPfA +30 juga dapat menjadi bahan evaluasi dalam mengikuti konferensi tingkat menteri,” ungkap Plt. Sekretaris Kemen PPPA, Titi Eko Rahayu.

Dalam proses penyusunan Laporan Nasional BPfA +30, Kemen PPPA telah melakukan serangkaian diskusi dan konsultasi untuk mendapatkan peninjauan secara komprehensif, salah satunya menyelenggarakan konsultasi nasional yang didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada 29 Mei 2024. Konsultasi nasional ini bertujuan untuk melakukan validasi dan verifikasi data yang akan menjadi masukan dalam proses finalisasi laporan yang akan diserahkan pada Juni 2024 mendatang. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan Kementerian/Lembaga (K/L), pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, sektor swasta, dan media.

Proses konsultasi diawali dengan pemaparan keberhasilan pelaksanaan aksi responsif gender di 6 (enam) klaster isu yang menjadi fokus pembahasan dalam laporan. Keenam klaster tersebut adalah pembangunan inklusif, kesejahteraan bersama, dan pekerjaan yang layak dengan area kritis mengenai perempuan dan kemiskinan, perempuan dan ekonomi, hak asasi perempuan, dan anak perempuan; pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, dan pelayanan sosial; kebebasan dari kekerasan, stigma, dan stereotipe; partisipasi, akuntabilitas, dan kelembagaan responsif gender; masyarakat inklusif dan damai; dan konservasi, perlindungan, dan rehabilitasi lingkungan.  

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan hasil masukan dari berbagai stakeholder yang dilanjutkan dengan tanggapan dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan, Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia, Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), dan Lingkar Belajar untuk (LiBu) Perempuan.

“Kami mendapatkan masukan terkait praktik baik serta tantangan yang ada dalam pelaksanaan aksi-aksi responsif gender di Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah dengan prioritas yang dibahas dalam 5 (lima) tahun terakhir, yaitu penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak; kesetaraan dan nondiskriminasi; pendidikan berkualitas, pelatihan khususnya di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM); kewirausahaan perempuan dan perusahaan perempuan; dan akses terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi,” tutur Titi.

Menurut Titi, hasil diskusi dan konsultasi dengan berbagai stakeholder tersebut akan menjadi masukan pada penulisan laporan BPfA+30 yang memuat prioritas, tantangan, dan praktik baik selama 5 (lima) tahun serta isu prioritas negara dan rekomendasi ke depan. Selain itu, Laporan Nasional BPfA +30 juga akan menjadi dasar pelaksanaan BPfA lima tahun ke depan di Indonesia.

Plt. Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Indra Gunawan menyampaikan, masukan dan tanggapan yang diberikan oleh para stakeholder terkait sangat penting untuk memperkaya draft laporan yang sedang disusun. “Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya upaya peningkatan kapasitas untuk pengembangan ekonomi digital; pengentasan kemiskinan; dan perlindungan sosial bagi perempuan termasuk kelompok rentan,” kata Indra. 

Selain itu, Indra juga menyoroti isu peningkatan keterwakilan perempuan; perempuan dalam pengambil keputusan; dan perempuan agen perdamaian, termasuk upaya pemulihan jangka panjang dan komprehensif untuk perempuan, anak, lansia, disabilitas, dan masyarakat lokal yang menjadi korban konflik. “Dalam pertemuan ini juga menyoroti berbagai capaian pemerintah dan inisiatif lembaga masyarakat serta pelibatan kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas untuk isu kebencanaan dalam upaya konservasi lingkungan dan aksi-aksi iklim serta penurunan gas rumah kaca,” pungkas Indra.

Indonesia Kementerian Nasional Nusantara
Share. Facebook Twitter Pinterest Bluesky Threads Tumblr Telegram Email
Nonblok.com

Related Posts

Silaturahmi Pascaidulfitri, Wapres Gibran Gelar Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Setwapres

Senin, 30 Maret 2026

QS Rankings 2026: UIN Jakarta Naik ke Posisi 29 Dunia

Jumat, 27 Maret 2026

Tinjau Peternakan Sapi di Boyolali

Jumat, 27 Maret 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terkini

Silaturahmi Pascaidulfitri, Wapres Gibran Gelar Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Setwapres

Senin, 30 Maret 20260

QS Rankings 2026: UIN Jakarta Naik ke Posisi 29 Dunia

Jumat, 27 Maret 20262

Tinjau Peternakan Sapi di Boyolali

Jumat, 27 Maret 20262

Silaturahmi di Ponpes Annajah Dawar Boyolali, Wapres Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat

Jumat, 27 Maret 20260

Wapres Tinjau Hasil Proyek Pengaspalan Jalan di Sragen

Kamis, 26 Maret 20261

Silaturahmi Idulfitri, Wapres Ajak Pesantren Berperan Aktif Sukseskan Program Pemerintah

Kamis, 26 Maret 20261

Wapres Jalin Silaturahmi dengan Ketua PCNU Karanganyar, Bahas Isu Strategis Nasional hingga Global

Kamis, 26 Maret 20261

Selamatkan Aset Ratusan Miliar, UIN Jakarta Amankan Triguna Utama

Rabu, 18 Maret 20260

Pantau Strategi Pengendalian Lalu Lintas di JMTC, Wapres Apresiasi Kesiapan Petugas Kawal Arus Mudik Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 20260

Wapres Tinjau Kesiapan Arus Mudik Nyepi dan Lebaran di Jasa Marga Toll Road Command Centre

Selasa, 17 Maret 20260
Don't Miss

Silaturahmi Pascaidulfitri, Wapres Gibran Gelar Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Setwapres

NonblokSenin, 30 Maret 2026

Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Istana Wakil Presiden (Wapres) saat Wapres Gibran Rakabuming menggelar…

QS Rankings 2026: UIN Jakarta Naik ke Posisi 29 Dunia

Jumat, 27 Maret 2026

Tinjau Peternakan Sapi di Boyolali

Jumat, 27 Maret 2026

Silaturahmi di Ponpes Annajah Dawar Boyolali, Wapres Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat

Jumat, 27 Maret 2026
Top Posts

Allianz Syariah Percayakan Kolaborasi Kurban ke Pelosok Negeri bersama Dompet Dhuafa

Sabtu, 15 Juni 202416

Kemen PPPA : SIMFONI PPA Indikator Krusial Penentuan Daerah Penerima Dana Alokasi Khusus Non-Fisik

Minggu, 7 Juli 202411

Pertamina Gelar Pasar Sembako Murah

Jumat, 5 April 202411

Tingkatkan Ketertiban dan Kemanan, Polsek Rawa Lumbu Gelar Operasi Patuh Jaya 2024

Jumat, 26 Juli 202410
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.