Close Menu
  • Home
  • Bisnis
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Indeks
What's Hot

Wapres Dorong Digitalisasi Usaha Desa untuk Perluas Pasar Internasional

Kamis, 13 Agustus 2026

Terima PERGUBI, Wapres Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Senin, 10 Agustus 2026

Pastikan Akses Masyarakat Pulih Pascabencana, Wapres Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Kendawi

Kamis, 6 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Threads
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Contact
NonBlok.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Home
  • Bisnis
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Indeks
NonBlok.com
Nonblok.com / Kemen PPPA : Guru PAUD Perlu Dibekali Kemampuan Deteksi dan Merespon Potensi Kekerasan
Nasional

Kemen PPPA : Guru PAUD Perlu Dibekali Kemampuan Deteksi dan Merespon Potensi Kekerasan

Nonblok.comBy Nonblok.comJumat, 18 Juli 2025Updated:Sabtu, 19 Juli 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter Pinterest Threads Bluesky Copy Link

Jakarta (18/07) — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyerukan pentingnya peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai pelindung pertama anak di lingkungan pendidikan. Untuk itu, guru PAUD perlu dibekali kemampuan mendeteksi dan merespon potensi kekerasan sejak dini.

“Perlindungan anak tidak bisa ditunda. Guru PAUD bukan sekadar pengajar, tetapi juga pelindung anak untuk memastikan anak mendapatkan haknya atas pendidikan secara utuh. Pendidikan tidak cukup hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga harus menciptakan lingkungan yang aman, suportif, dan nyaman bagi anak. Itu sebabnya, guru PAUD perlu dibekali kemampuan mendeteksi dan merespon potensi kekerasan sejak dini dan organisasi perlu memiliki kebijakan internal tentang keselamatan anak yang mencakup 4 komponen yaitu penyadaran, pencegahan, pelaporan dan penanganan,” ujar Endah Sri Rejeki, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah III Kemen PPPA, saat menjadi salah satu narasumber dalam Seminar “Edukasi Perlindungan Anak bagi Guru PAUD” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Kamis (17/07). Seminar ini diselenggarakan Kemendikdasmen dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional yang puncaknya akan dilaksanakan pada 23 Juli 2025 mendatang.

Keterlibatan guru PAUD dalam pencegahan kekerasan menurut Endah sangat penting karena kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius dan memerlukan perhatian lintas sektor, termasuk dari dunia pendidikan.

“Data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) hingga Juli 2025 mencatat sekitar 12.000 kasus kekerasan terhadap anak dengan 10.000  korban diantaranya adalah anak perempuan. Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) tahun 2024 juga menunjukkan bahwa 1 dari 2 anak pernah mengalami kekerasan fisik, psikis, dan seksual. Ini merupakan alarm serius bagi kita semua,” ungkap Endah.

Endah menambahkan Kemen PPPA juga mendorong perlindungan anak dilakukan secara sistemik, lintas sektor, dan lintas generasi. Langkah-langkah strategis yang telah dilakukan antara lain adalah penerapan kebijakan perlindungan anak di satuan pendidikan, perluasan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), penguatan regulasi seperti Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang  Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), serta percepatan pembangunan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Komitmen Pemerintah dalam meningkatkan perlindungan anak yang telah dinyatakan dalam berbagai peraturan perundangan dan kebijakan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan praktik perlindungan anak, terutama oleh lembaga/organisasi penyelenggara layanan anak, dengan mengembangkan kebijakan internal tentang keselamatan anak dan kode etik bekerja dengan anak. Selain lembaga/organisasinya, orang yang bekerja secara langsung maupun tidak langsung dengan anak di berbagai lembaga/organisasi tersebut juga perlu mempraktekkan perilaku yang aman untuk anak.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti saat membuka seminar menyampaikan,  pendidikan anak usia dini adalah pondasi utama bagi generasi unggul Indonesia.

“Anak bukan hanya masa depan bangsa, tetapi juga warga negara yang hak-haknya harus dipenuhi. Guru PAUD berperan besar dalam membentuk karakter anak sejak dini melalui pembelajaran, keteladanan dan pengasuhan yang memanusiakan. Kita semua bertanggung jawab menciptakan ruang yang aman dan ramah anak baik di rumah maupun di sekolah,”tutur  Mendikdasmen.

Pada kesempatan ini, Kemendikdasmen meluncurkan dua buku panduan, yaitu “ Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dan buku “Panduan untuk PAUD” sebagai rujukan praktis dalam membangun nilai, karakter, dan toleransi sejak usia dini.

Indonesia Kementerian Nasional Nusantara
Share. Facebook Twitter Pinterest Bluesky Threads Tumblr Telegram Email
Nonblok.com

Related Posts

Wapres Dorong Digitalisasi Usaha Desa untuk Perluas Pasar Internasional

Kamis, 13 Agustus 2026

Terima PERGUBI, Wapres Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Senin, 10 Agustus 2026

Pastikan Akses Masyarakat Pulih Pascabencana, Wapres Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Kendawi

Kamis, 6 Agustus 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terkini

Wapres Dorong Digitalisasi Usaha Desa untuk Perluas Pasar Internasional

Kamis, 13 Agustus 20261

Terima PERGUBI, Wapres Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Senin, 10 Agustus 20260

Pastikan Akses Masyarakat Pulih Pascabencana, Wapres Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Kendawi

Kamis, 6 Agustus 20260

Aksi Spontan Wapres Singgah di SD Negeri 11 Jangka, Sapa Siswa dan Dorong Perbaikan Sekolah

Kamis, 6 Agustus 20261

Pastikan Penyelesaian Tepat Waktu dan Berkualitas, Wapres Tinjau Pembangunan Jembatan Lumut

Kamis, 6 Agustus 20260

Tinjau Jembatan Teupin Mane, Wapres Tekankan Pembangunan Infrastruktur Berjalan Tepat Mutu dan Tepat Waktu 

Kamis, 6 Agustus 20260

Tinjau Renovasi SDN 7 Jangka, Wapres Pastikan Para Siswa Kembali Belajar dengan Layak Pascabencana

Kamis, 6 Agustus 20260

Pastikan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana, Wapres Tinjau Progres Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum Bireuen

Kamis, 6 Agustus 20261

Pertemuan Wapres Gibran dengan DPM Hun Many, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia – Kamboja

Selasa, 28 Juli 20260

Wapres Dorong AJBI Perkuat Ekosistem Beasiswa untuk SDM Unggul Indonesia Timur

Rabu, 22 Juli 20263
Don't Miss

Wapres Dorong Digitalisasi Usaha Desa untuk Perluas Pasar Internasional

NonblokKamis, 13 Agustus 2026

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendorong penguatan pelaku usaha desa melalui peningkatan kapasitas usaha, pengembangan…

Terima PERGUBI, Wapres Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Senin, 10 Agustus 2026

Pastikan Akses Masyarakat Pulih Pascabencana, Wapres Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Kendawi

Kamis, 6 Agustus 2026

Aksi Spontan Wapres Singgah di SD Negeri 11 Jangka, Sapa Siswa dan Dorong Perbaikan Sekolah

Kamis, 6 Agustus 2026
Top Posts

Enam Lapangan Migas Baru Siap Kerek Lifting Minyak Nasional

Minggu, 4 Agustus 202427

Allianz Syariah Percayakan Kolaborasi Kurban ke Pelosok Negeri bersama Dompet Dhuafa

Sabtu, 15 Juni 202425

Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (13 September 2024)

Jumat, 13 September 202419

Usulan Penundaan Wajib Sertifikasi Halal, Wapres KH Ma’ruf Amin: Proses Tetap Berjalan sesuai Penahapan

Selasa, 2 April 202419
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.