Close Menu
  • Home
  • Bisnis
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Indeks
What's Hot

Buka PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Wapres Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan

Sabtu, 20 Juni 2026

Jelang Tahun Ajaran Baru, Wapres Ajak Anak-Anak Panti Asuhan di Gorontalo Belanja Kebutuhan Sekolah

Jumat, 19 Juni 2026

Dukung Ketahanan Pangan Gorontalo, Wapres Kawal Percepatan Penyelesaian Bendungan Bulango Ulu

Jumat, 19 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Threads
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Contact
NonBlok.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Home
  • Bisnis
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Indeks
NonBlok.com
Nonblok.com / Konbes Fatayat NU, Menteri PPPA Tekankan Sinergi untuk Hadapi Masalah Perempuan dan Anak
Nasional

Konbes Fatayat NU, Menteri PPPA Tekankan Sinergi untuk Hadapi Masalah Perempuan dan Anak

Nonblok.comBy Nonblok.comSenin, 16 Desember 2024Updated:Senin, 16 Desember 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter Pinterest Threads Bluesky Copy Link

Jakarta (16/12) – Sejalan dengan harapan Bapak Wakil Presiden, Gibran Rakabuming pada pembukaan Konferensi Besar (Konbes) Fatayat NU, dalam penutupan Konbes Fatayat NU, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan pentingnya peran Fatayat NU dalam menjawab persoalan perempuan dan anak. Menteri PPPA menyampaikan bahwa Fatayat NU adalah mitra strategis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam memperjuangkan keadilan dan kemaslahatan perempuan dan anak di tengah masyarakat.

“Pemikiran dan rekomendasi yang dihasilkan dalam Konbes Fatayat NU tahun 2024 ini, tentu akan menginspirasi substansi dalam kebijakan dan inspirasi dalam pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kemajuan perempuan menjadi syarat utama untuk mencapai pembangunan yang maksimal. Dengan jumlah yang signifikan, yakni hampir separuh dari total populasi (49,42%), perempuan memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas sumber daya manusia dan keberhasilan pembangunan nasional,” ujar Menteri PPPA, pada Minggu (15/12).

Menteri PPPA menyampaikan partisipasi perempuan tidak hanya mempercepat penyelesaian masalah sosial, tetapi juga meningkatkan efektivitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan. Perencanaan pembangunan akan lebih adil dan berorientasi pada kesejahteraan jika perempuan turut berperan secara signifikan. Selain itu, anak-anak juga menjadi pilar penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, anak yang sehat, cerdas, dan terlindungi adalah kunci untuk mencapai tujuan besar tersebut.

Namun, di balik potensi besar ini, perempuan dan anak masih menghadapi berbagai tantangan serius. Menteri PPPA mencatat tingginya kesenjangan gender, angka perkawinan anak, serta rendahnya perlindungan anak sebagai hambatan utama. Selain itu, kekerasan terhadap perempuan dan anak, kemiskinan, stunting, dan paparan judi online juga menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

“Data menunjukkan bahwa 1 dari 2 anak dan 1 dari 4 perempuan pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya. Ini menjadi hambatan bagi produktivitas dan peran perempuan, serta hambatan bagi tumbuh kembang anak yang maksimal.” ujar Menteri PPPA.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, dan dalam rangka mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Kemen PPPA telah merancang tiga program prioritas untuk periode 2024-2029.

Program ini meliputi Pengembangan Ruang Bersama Indonesia (RBI), perluasan fungsi call center SAPA 129 dan penguatan satu data perempuan dan anak berbasis desa atau kelurahan. Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak di seluruh Indonesia.

Menteri PPPA juga menekankan pentingnya kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat, media, dan dunia usaha. Dalam hal ini, Fatayat NU dengan jaringan yang luas hingga akar rumput, diharapkan mampu bersinergi mencari solusi atas berbagai persoalan sosial.

“Dengan kapasitas yang dimiliki, kami berharap Fatayat NU sebagai think thank untuk persoalan pemberdayaan perempuan, serta persoalan perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan, dan komunikator antara kebijakan dan program Kemen PPPA dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. Dengan membangun sinergi dan kolaborasi, artinya kita telah membangun konsep pembangunan PPPA yang komprehensif. Pencapaian pembangunan PPPA adalah perjuangan kita bersama, yang terus gigih tanpa kenal lelah, bersinergi dan berkolaborasi,” pungkas Menteri PPPA.

Indonesia Kementerian Nasional Nusantara
Share. Facebook Twitter Pinterest Bluesky Threads Tumblr Telegram Email
Nonblok.com

Related Posts

Buka PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Wapres Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan

Sabtu, 20 Juni 2026

Jelang Tahun Ajaran Baru, Wapres Ajak Anak-Anak Panti Asuhan di Gorontalo Belanja Kebutuhan Sekolah

Jumat, 19 Juni 2026

Dukung Ketahanan Pangan Gorontalo, Wapres Kawal Percepatan Penyelesaian Bendungan Bulango Ulu

Jumat, 19 Juni 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terkini

Buka PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Wapres Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan

Sabtu, 20 Juni 20261

Jelang Tahun Ajaran Baru, Wapres Ajak Anak-Anak Panti Asuhan di Gorontalo Belanja Kebutuhan Sekolah

Jumat, 19 Juni 20261

Dukung Ketahanan Pangan Gorontalo, Wapres Kawal Percepatan Penyelesaian Bendungan Bulango Ulu

Jumat, 19 Juni 20261

Di Tengah Perjalanan Menuju Bendungan, Wapres Singgah ke SDN 07 Bulango yang Pernah Terbakar

Jumat, 19 Juni 20261

Tinjau Pasar Lama Mbongawani, Wapres Dorong Percepatan Operasional dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Kamis, 18 Juni 20261

Wapres Minta KDMP Jadi Ekosistem yang Saling Mengisi dengan Usaha Warga

Kamis, 18 Juni 20261

Menjawab Aspirasi Warga, Wapres Pastikan Revitalisasi Sekolah di Ende Diprioritaskan

Kamis, 18 Juni 20261

Usai Dialog, Wapres dan Perwakilan Mahasiswa Salat Magrib Berjemaah di Masjid Baiturrahman Setwapres

Senin, 15 Juni 20261

Terima APMI, Wapres Bahas Tantangan dan Penguatan Ekosistem Industri Musik Nasional

Kamis, 11 Juni 20261

Terima AISMOLI, Wapres Dorong Penguatan Sinergi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Rabu, 10 Juni 20261
Don't Miss

Buka PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Wapres Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan

NonblokSabtu, 20 Juni 2026

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan bahwa petani dan nelayan merupakan garda terdepan dalam mewujudkan…

Jelang Tahun Ajaran Baru, Wapres Ajak Anak-Anak Panti Asuhan di Gorontalo Belanja Kebutuhan Sekolah

Jumat, 19 Juni 2026

Dukung Ketahanan Pangan Gorontalo, Wapres Kawal Percepatan Penyelesaian Bendungan Bulango Ulu

Jumat, 19 Juni 2026

Di Tengah Perjalanan Menuju Bendungan, Wapres Singgah ke SDN 07 Bulango yang Pernah Terbakar

Jumat, 19 Juni 2026
Top Posts

Allianz Syariah Percayakan Kolaborasi Kurban ke Pelosok Negeri bersama Dompet Dhuafa

Sabtu, 15 Juni 202423

Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (13 September 2024)

Jumat, 13 September 202418

Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (1 Agustus 2025)

Jumat, 1 Agustus 202517

Enam Lapangan Migas Baru Siap Kerek Lifting Minyak Nasional

Minggu, 4 Agustus 202417
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.